Joko dan Telur Kuda

Cerpen : Khirani Kayyisah Laila (IX G)


Suatu ketika di sebuah pesantren yang aman dan nyaman. Matahari bersinar terik memberikan kehangatan bagi semua. Seperti biasa, Joko seorang pemalas masih tertidur di atas kasur tipis yang disediakan oleh pondok. Joko memang seperti itu orangnya, malas, tidak pernah ikut jamaah, kegiatan pondok pun ia suka membolos.

Hingga pada suatu hari, salah satu pengurus yang bernama Kang Azzam menjenguk Joko. Joko bertanya kepada Kang Azzam, apakah ada obat yang cocok untuk penyakitnya. Tentu saja Kang Azzam punya solusi untuk penyakit Joko. Kang Azzam memerintahkan Joko untuk melaksanakan salat subuh berjamaah pada esok hari, setelah itu Kang Azzam menyuruh Joko untuk mencari telur kuda di peternakan yang berada tidak jauh dari pondok. Joko mengangguk paham dan akan melaksanakannya esok hari.

Keesokan harinya, Joko tak lupa akan perintah Kang Azzam yang diberikan kepadanya kemarin ia pun bangun pagi, lalu mengambil air wudhu dan pergi ke musala untuk salat subuh berjamaah. Tak lupa setelah melaksanakan salat Joko berdoa agar pegal di tubuhnya cepat hilang. Setelah itu Joko bersiap menuju peternakan kuda untuk mencari telur kuda. Joko telah mencari di setiap sudut peternakan dan di setiap kandang kuda. Joko telah mencari di setiap sudut peternakan dan di setiap kandang kuda, sudah lama Joko mencari namun ia tidak menemukan telur kuda tersebut. Joko kembali ke pondok dengan tangan kosong. Ia menuju kamar Kang Azzam dan berbicara kepada Kang Azzam bahwa ia tidak menemukan telur kuda.

Joko berkata, “Kang Azzam, saya sudah mencari di seluruh kandang kuda sebanyak 10 kali lebih, namun tidak ada satu pun kuda yang bertelur,” Kang Azzam pun tertawa sambil menjawab, “Ya memang nggak ada, orang kuda nggak bertelur kok nyari telur kuda,” Joko pun sebal, ia telah dibohongi Kang Azzam, Joko berkata, “Benar juga, kuda kan tidak bertelur lalu buat apa Kang Azzam nyuruh saya nyari telur kuda?” Kang Azzam menjawab, “Tapi lihatlah, sekarang tubuhmu tidak terasa pegal kan?” Joko menjawab, “Wah, iya Kang,” tubuhku sudah tidak terasa pegal, terima kasih Kang,” Joko pun paham, tubuhnya pegal karena ia sering bermalas-malasan, dan tidak pernah beranjak dari kasur.

Berkat cerdiknya Kang Azzam, sekarang Joko tidak pernah bermalas-malasan lagi. Bahkan saat jamaah Joko menempati shaf terdepan, sekarang ia juga tidak pernah bolos kegiatan dan rajin bersih-bersih. Kang Azzam pun ikut senang atas sikap Joko yang sekarang.


*Tulisan Joko dan Telur Kuda mendapatkan juara I dalam Lomba Classmeeting Antar Siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen, Pati, dalam cabang lomba “Karya Cerpen” tahun 2022-2023.