PATI - Syaikh Besar Al Azhar Zakariya Muhammad Marzuq Al Hasani melaksanakan serangkaian kunjungan ke Indonesia. Salah satu dari kunjungan di Yayasan Salafiyah, Kajen, beliau memberikan Kuliah Umum. Kehadiran Syaikh Al-Azhar yang juga merupakan cucu Rasulullah itu mendapat sambutan meriah para santri dari beberapa pondok pesantren di Yayasan Salafiyah Kajen, ustaz-ustazah, pimpinan lembaga, dan unsur yayasan.
Kuliah umum dilaksanakan di Aula MTs. Salafiyah, Kajen, Pati, mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai. Syaikh Muhammad Zakariyya Marzuq Al-Husainiy Al-Azhariy sendiri merupakan seorang Khatib dan Imam masjid di Al Azhar Asy-Syarif, Cairo, Mesir. Selain itu, beliau juga salah satu pengajar di Universitas Al Azhar dan Mustasyar PCINU Mesir.
Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH. N.M. Syaiful Rizal, M.Pd. menyambut hangat kunjungan guru besar Universitas Al Azhar tersebut. Dalam sambutannya, dia juga menyampaikan kepada peserta kuliah umum untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini. “Sebuah kesempatan yang luar biasa dan mahal bagi kita, sebab kedatangan Syaikh Zakariya yang sekaligus zuriah keturunan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. karena tidak semua bisa mendapatkan kuliah dari beliau,” tutur Gus Rizal.
Beliau datang ke sini bukan karena ingin berceramah saja namun juga ingin berkunjung dan bersilaturahmi. Tepatnya, diminta untuk berbagi ilmu dan dalam kuliah umum ini beliau mengangkat tema, “Tingginya Keinginan untuk Memperdalam Ilmu-ilmu Keislaman”. Syaikh mengungkapkan keinginan memperdalam ilmu-ilmu Allah adalah hal yang sangat mulia. Belajar dari Alquran, Hadis, dan kitab-kitab karangan ulama juga sangat baik. Semua adalah hal yang baik, bila tradisi tetap ikut dijaga.
“Orang yang alim adalah orang yang rasa takutnya kepada Allah Bertambah. Kalau dulu ada Baginda Rasulullah yang merupakan teladan untuk sahabat-sahabat yang mau menjadi ahli ilmu. Maka sekarang, karena beliau sudah tidak ada. Kita harus senantiasa menambah ketaqwaan dengan meninggalkan maksiat. Karena cahaya Allah tidak diturunkan kepada orang yang banyak berbuat maksiat. Dicontohkan oleh Imam Syafii, satu lembar hadis dalam waktu sekejap bisa langsung dihafalkan sebab beliau meninggalkan maksiat,” beber guru besar Universitas Al-Azhar itu.
Pesan beliau untuk para santri adalah menjadi santri harus bangga. Karena malaikat akan meletakkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu. Hendaknya santri memiliki keinginan yang tinggi untuk mencari ilmu. Keikhlasan menuntut ilmu itu penting.
(Rohim/MTs./SLF)
