Matsama Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen 2025-2026, Membentuk Generasi Unggul yang Berakhlak, Berbudaya, dan Berprestasi

Mengusung tema, “Membentuk Generasi Unggul yang Berakhlak, Berbudaya, dan Berprestasi sebagai Bentuk Cinta kepada Madrasah” pelaksanaan Matasama di MTs. Salafiyah Kajen pada Sabtu (12/7) berlangsung lancar. Acara dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Bapak Kepala Madrasah, K.H. Ahmad Ruman Masyfu’, S.H., M.Si. di halaman madrasah. Matasama tahun ajaran 2025/2026 diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para siswa-siswi baru untuk saling mengenal antar sesama teman dan kondisi lingkungan di Yayasan Salafiyah Kajen.

“Masuk sini harus dibuat senang karena mengenal banyak teman. Banyak dari luar daerah, ada yang dari Jakarta, Lampung, Demak, Jepara, Kudus, Rembang, Grobogan ya jadi dikenali teman-teman kalian,” ujar Bapak K.H. Ahmad Ruman Masyfu’, S.H., M.Si. dalam pidato sambutannya.

Bapak Masyfu’ menyampaikan keinginan beliau agar anak-anak baru di MTs. Salafiyah Kajen merasakan kenyamanan ketika berada di madrasah. Melalui semangat bismillah, diharapkan anak-anak punya niat belajar di madrasah demi mencari ridho Allah S.W.T. Hal ini penting dan menjadi perhatian supaya ilmu yang didapat bermanfaat.

Diikuti sebanyak 352 murid, Matsama tahun pembelajaran 2025-2026 kali ini dilaksanakan selama 6 hari. Rangkaian kegiatan berlangsung dari mulai 9 Juli-16 Juli 2025. “Harapanya adalah supaya siswa baru terkhusus kelas 7 dapat menciptakan akhlak yang berbudaya. Hal ini bertujuan untuk membentuk rasa cinta kepada madrasah,” ujar Aris Mukhlisin, S.Pd. selaku ketua panitia acara.

Serupa dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, acara Matsama yang meriah tersebut juga melibatkan kepanitiaan dari pihak KPS (Keluarga Pelajar Salafiyah) dan KPPS (Keluarga Pelajar Putri Salafiyah). Sebanyak 29 siswa-siswi turut serta membantu tugas mengendalikan kondisi peserta Matsama di lapangan.

Salah satu siswi yang turut serta menjadi panitia pelaksanaan Matsama, Gracia Chivara Putry siswi kelas IX K, memberikan pandangan terkait tugas yang diembannya. “Menjadi bagian dari kepanitiaan membuat saya berkesempatan mengasah kemampuan dalam berorganisasi, memanajemen waktu, dan kepimpinan,” kata Gracia.

Menurut Gracia, meskipun melelahkan namun pengalaman emas menjadi bagian dari kepanitiaan yang didapat jauh lebih besar. Tidak mudah mengemban tugas menumbuhkan rasa tanggung jawab supaya mampu memberikan pengalaman spesial bagi siswa-siswi baru. Bagi Gracia menjadi panitia Matasa 2025-2026 dapat memberinya motivasi belajar dari langkah terbaik yang kini tengah dia coba.


(Red./MTs./SLF)