Senyaman Matamuda MTs. Salafiyah Kajen 2026/2027

Pada tahun ajaran 2025/2026 ini Matsama bertransformasi dan berganti nama menjadi Matamuda (Masa Ta’aruf Murid Madrasah). Mengusung tema Senyaman, akronim dari (Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan) Matamuda di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen pada Sabtu (11/7) berlangsung meriah. Acara dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Bapak Kepala Madrasah, K.H. Nur Muhammad Saifur Rijal, M.Pd. di Halaman Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen. Matamuda tahun ajaran 2026/2027 diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para siswa-siswi baru untuk saling mengenal antar sesama teman dan kondisi lingkungan di Yayasan Salafiyah Kajen. 

“Semoga melalui kegiatan Matamuda ini, para peserta didik baru tidak hanya semakin kuat iman dan akhlaknya tetapi juga terampil dalam ilmu pengetahuan. Mampu bersaing di kancah dunia, tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri madrasah,” ujar Bapak Rizqi Fauzi, S.Si. yang merupakan seksi pelaksana acara.

Acara yang berlangsung selama sepekan tersebut berbasis KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) yang mengedepankan lingkungan ramah anak, edukatif, dan inklusif. Beberapa tujuannya yaitu untuk membantu murid baru beradaptasi dengan cepat dan menumbuhkan rasa bangga terhadap madrasah. Memetakan bakat, talenta, dan karakter murid sejak hari pertama.

“Tanggapan saya selaku panitia dari KPPS, Matamuda tahun ini sangat-sangat berkesan dan sangat-sangat menyenangkan,” kata Hita Adhiswara siswi kelas IX G yang tergabung dalam keanggotaan KPPS (Keluarga Pelajar Putri Salafiyah).

Hita mengungkapkan selama acara Matamuda berlangsung pihak panitia dari KPPS selalu mengisi waktu luang dengan ice breaking/permainan bersama. Hal ini menjadi kesan tersendiri bagi dia sebagai KPPS sebab dapat menjadi kenangan yang indah. Hita berpesan agar adik-adik kelasnya yang mengikuti Matamuda kelak dapat menorehkan banyak prestasi, serta tidak malu-malu untuk menyalurkan minatnya menjadi bagian baik dari organisasi KPPS maupun KPS di MTs. Salafiyah Kajen.

Selain itu, Matamuda juga dibuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas perpeloncoan. Menanamkan nilai moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan kepedulian lingkungan. Menjadi beberapa poin penting yang diharapkan mampu dicapai.


(Red./MTs./SLF)