Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, segenap siswa-siswi, guru, dan karyawan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen turut serta meramaikan dengan kegiatan upacara pengibaran bendera sang saka merah putih pada Senin (17/8) pagi. Bertempat di Halaman Belakang Gedung Rusunawa, para petugas dan peserta sangat semangat mengikuti jalannya upacara. Kegiatan tersebut berlangsung lancar penuh khidmat.
“Satu hadiah dan anugerah dari Allah S.W.T yang pada hari ini kita bisa sama-sama memperingati HUT RI dengan khidmah. Tentu saja momentum ini tidak hanya seremonial setahun sekali saja tetapi lebih dari itu harus dapat memaknai kandungan nilai kemerdekaan yang diraih secara tidak gratis,” kata K.H. Nur Muhammad Saifur Rijal, M.Pd. dalam sambutannya pada peringatan upacara kemerdekaan tahun ajaran 2026/2027.
Melalui pidatonya, Gus Ridjal menyampaikan penjajahan yang sekarang terjadi di Indonesia bukan lagi berbentuk kolonial melainkan dalam bentuk persoalan lain. Yaitu hal-hal yang utamanya berkaitan dengan kondisi moral para generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, persoalan-persoalan tersebut tentu saja perlu mendapatkan perhatian.
“Sekarang ini banyak bentuk penjajahan yang berasal dari konten-konten media sosial. Disebarkan oleh pihak-pihak luar agar para penerus generasi Indonesia menjadi tidak pintar, baik dalam pengunaan maupun pemaknaannya,” ujar Gus Ridjal.
Meski demikian, beliau bersyukur karena semangat anak-anak MTs. Salafiyah menuntut ilmu di madrasah masih terjaga demi melawan kebodohan. ” Kebodohan ini juga merupakan bentuk penjajahan yang harus diwaspadai. Saya bersyukur kalian sebagai santri belajar di lingkungan yang ada di Kajen, semoga terbentuk menjadi pribadi yang berahlakul karimah,” ucap Gus Ridjal sekaligus memanjatkan doa dan harapan.
(Red./MTs./SLF)
