Pada hari Rabu (27/1) pukul 10.00 WIB, rombongan guru dan karyawan MTs. Salafiyah, Kajen, Margoyoso, Pati, bertolak dari Desa Kajen menuju Kota Yogyakarta. Perjalanan yang diawali dengan acara istigasah bersama ini merupakan agenda yang sudah lama direncanakan, tujuan utamanya untuk meningkatkan kualitas pendidik serta tenaga kependidikan di lingkungan MTs. Salafiyah, Kajen. MTs. Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta, menjadi destinasi tempat menimba ilmu dengan berbagai pertimbangan yang ada, terutama latar belakang dan corak madrasah yang berkultur pesantren serta keberhasilan mereka dalam meningkatkan mutu madrasah baik secara kuantitas maupun kualitas.
Agenda pertama adalah Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak yang dilanjutkan dengan salat zuhur berjamaah dan makan siang bersama di Rumah Makan H. Ismun, Demak. Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan menuju D.I. Yogyakarta. Pada pukul 17.00 WIB rombongan sampai di hotel Harper Mangkubumi di pusat Kota Yogyakarta yang hanya berjarak 100 M dari Tugu dan 300 M dari Malioboro. Setelah beristirahat dan makan malam, rombongan diberi kebebasan untuk menikmati keindahan malam kota pelajar.
Kamis (28/1) pagi pukul 08.00 WIB, rombongan MTs. Salafiyah berangkat menuju MTs. Sunan Pandanaran yang menjadi objek studi banding. Madrasah ini terletak di lereng Gunung Merapi dan menginduk pada Pondok Pesantren “Tahfidz” Sunan Pandanaran yang didirikan oleh Almarhum K.H. Mufid. Setibanya di sana, rombongan MTs. Salafiyah disambut langsung oleh Kepala MTs. Sunan Pandanaran, yaitu Ibu Hj. Fany Rifqoh, S.Pd. dilanjutkan dengan acara penyambutan serta diskusi interaktif berkaitan dengan cara pengelolaan madrasah yang profesional. Program-program Tahfidz Berjenjang, kemudian Qiroah Kitab berkesinambungan, serta Peningkatan Hasil UN dan optimalisasi prestasi peserta didik menjadi objek yang tidak habis-habis diperbincangkan.
MTs. Sunan Pandanaran dengan murid berjumlah sekitar 1400 orang pada tahun 2015 kemarin, berhasil menempati Best 3 hasil rata-rata UN se-Provinsi Yogyakarta. Sementara di samping itu, target bidang kesiswaan yang membidik 200 piala dalam satu semester juga menjadi salah satu mindset positif yang luar biasa. Bahkan di MTs. Pandanaran semua guru diwajibkan untuk menghafalkan Al-quran minimal Juz Amma dan surat-surat pendek dengan melakukan setoran wajib pada guru ahli Quran yang sudah ditunjuk.
Ketika peserta didik dituntut untuk belajar dan menghafal maka guru juga harus terus belajar dan ikut menghafal. Adanya program ini diharapkan guru dapat merasakan beban yang juga sama ditanggung oleh peserta didik. Setelah ziarah di makam Almarhum K.H. Mufid, rombongan studi banding MTs. Salafiyah, Kajen, Pati, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Parangtritis untuk menikmati waktu rekreasi, dilanjutkan makan malam dan bertolak kembali pulang menuju kampung halaman (Agassa).
(Red./MTs./SLF)
Dok. Berita MTs. Salafiyah (02/02/2016)














