Istigasah Pra-ujian Akhir Semester untuk kelas IX dan Ujian Tengah Semester untuk kelas VII/VIII merupakan agenda rutin dalam rangka mujahadahan, “Emut dateng poro sesepuh” yang telah berjuang demi tegaknya agama Islam. Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, Kajen, tak ingin ketinggalan dalam kemasan budaya islami ala kaum Nahdliyin ini.
Ya, cahaya sayup-sayup masih belum meninggalkan kabut tipis pada (07/03) pagi. Siswa dan siswi MTs. bergerombol telah memasuki halaman madrasah. Terlihat ada yang sudah duduk di kelasnya masing-masing sedang di sisi lain terlihat ratusan siswi masih bergerombol di kursi-kursi taman. Mereka adalah siswi kelas VII dan VIII putri MTs. Salafiyah, Kajen, yang tidak mendapatkan ruang kelas di pagi itu. Oleh karena pembelajaran kelas VII dan VIII putri biasanya dimulai siang hari. Kala itu, ada pemandangan berbeda jika mereka berangkat pagi hari, yaitu dengan niat untuk mengikuti acara istigasah persiapan Ujian Akhir Semester dan Ujian Tengah Semester.
Karpet hijau telah tertata begitu apik di depan kelas bagian barat. Para siswa telah menempati pos mereka masing-masing. Tepat di ujung bagian utara dihuni oleh siswa putra, sedang di bagian selatan dihuni oleh siswa putri. Keheningan mulai berhembus ketika pewara melantuntan susunan acara pagi itu. “Acara akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran, dirangkai dengan sambutan, diiringi dengan acara istigasah dan doa, serta diakhiri dengan penutupan,” tutur dia.
Suasana khusyuk sontak terlihat saat pembacaan kalam ilahi. Lantunan-lantunan ayat yang merdu dan tartil dibawakan oleh siswa MTs. Salafiyah. Semua siswa-siswi tak bergeming sedikit pun mendengar syair-syair Alquran itu.
Gemuruh tepuk tangan menyambut Kepala Sekolah MTs. Salafiyah, Kajen, Bapak Kiai Ahmad Ruman Masyfu’ S.H., M.Si. ke podium untuk menyampaikan sambutan. Beliau berpesan kepada para anak-anak supaya kembali ke fitrahnya sebagai seorang santri yang haus akan ilmu. Semangat dan kerja keras tak pernah mengendur walau dalam suasana apapun. Itulah jiwa santri. Kemudian untuk mendapatkan ilmu yang manfaat juga dibutuhkan kerja keras tanpa henti. Tetesan peluh tak berarti jika niat tidak ditanamkan dari dalam hati. Menghormati dan senantiasa tunduk kepada para guru-guru juga merupakan kunci yang tak kalah penting dari semua itu.

Ucapan salam dari para siswa turut menghantarkan pak kepala menuju tempat yang telah dipersiapkan. Acara yang dinanti pun tiba, lantunan istigasah yang dipimpin oleh Bapak Muhsin, S.Pd.I. dan Bapak Zuhdi, S.Pd.I. menuntun ke suasana haru. Para siswa-siswi mulai memaknai setiap bait demi bait ujaran yang terlontar. Mulai dari istighfar sampai dengan syair islami Alquran yang dikemas untuk acara istigasah. Syair-syair tersebut tersusun dengan istilah Al-istighosatu Al-kubro yang bermakna “istigasah akbar” yang melibatkan seluruh elemen MTs. Salafiyah, Kajen.
(Rohim/MTs./SLF)
Diunggah: 09/03/2015




