Rekapitulasi Final, MTs. Salafiyah, Kajen, Juara Umum PORSEMA 2022 Tingkat Kabupaten Pati

Ade Irma Widodo, Waka Kesiswaan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, Kajen, ketika dikonfirmasi pada Selasa (7/12) sore memaparkan hasil data rekapitulasi final PORSEMA 2022 tingkat Kabupaten Pati. Hasil yang diperoleh para kontingen MTs. Salafiyah, Kajen, Margoyoso, Pati, dirasa sangat memuaskan karena mampu membawa harum nama madrasah. Bertarung selama dua hari penuh di Pati Kota, MTs. Salafiyah, Kajen, secara matematis berhasil menjadi juara umum.

Menurut Bapak Ade, yang sekaligus ditunjuk sebagai perwakilan koordinator MTs. Salafiyah, sesuai hasil data dari pihak panitia, bila dikalkulasikan hasil perolehan medali siswa-siswi MTs. Salafiyah Kajen, rinciannya adalah 6 emas, 9 perak, dan 4 perunggu. Hasil tersebut diraih dari total 31 cabang lomba yang dipertandingkan. Posisi kedua setelah MTs. Salafiyah ada MTs. Tarbiyatul Banin, Winong. Sementara tempat ketiga dikunci oleh MTs. Manahijul Huda, Ngagel.

Raihan positif MTs. Salafiyah, Kajen, tersebut hasil dulangan 6 medali emas masing-masing dari cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia, Senam NU, Catur Putra, Cipta dan Baca Puisi, Tenis Meja Putra, serta Tenis Meja Putri. Sesudahnya yakni 9 medali perak dari cabang lomba Pagar Nusa Putra, Pagar Nusa Putri, Lari Jauh Putra, Sepak Takrow, Bola Voli Putri, Bulutangkis Putri, Bulutangkis Putra, MTQ Putra, serta Qosidah Putra. Selebihnya adalah raihan 4 medali perunggu dari cabang lomba Lari Sprint 100 meter Putra, Lari Sprint 100 meter Putri, Kaligrafi, serta MTQ Putri.

Salah satu peserta dari MTs. Salafiyah yang mewakili cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia yang mempersembahkan emas, Alief Fachriza Sulistiyo, mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti PORSEMA 2022. Sebelumnya lulusan Hafiz Indonesia 2014 RCTI tersebut masih berada di jenjang Sekolah Dasar yang hanya ada OSN dan FLS2N.

Hasil yang didapat Alief membuat dia sangat bersyukur karena sampai sejauh ini mendapat bimbingan maksimal dari para guru. Melalui bimbingan-bimbingan tersebut diyakini oleh Alief semata agar dirinya dapat tampil apik ketika PORSEMA berlangsung sekaligus mengharumkan nama madrasah. “Ada bapak guru yang membimbing secara khusus, mengarahkan dalil dan asbabun nuzul tentang tema yang akan saya sampaikan. Ada juga bapak guru yang mengintruksikan jangan sampai memakai bahasa Inggris dan menyarankan agar memberi sebuah lagu. Bahkan sampai ada bapak guru yang tidak pernah lelah meminta tolong ke saya agar berlatih mengasah mental pidato di depan kelas anak-anak perempuan dan membuat saya salting,” ujar Alief.

Penyelenggaraan PORSEMA 2022 tingkat Kabupaten Pati dinilai Alief sudah bagus dari segi penjurian. Hal ini didasarkan dari berlangsungnya sistem penilaian setelah perlombaan, para juri membeberkan secara kompleks apa saja kelebihan dan kekurangan dari para peserta. “Sistem tersebut mnjadikan kami mengerti dan belajar memperbaiki kesalahan ketika berpidato. Dapat pula kami jadikan sebagai pengalaman untuk lomba-lomba berikutnya sehingga penampilan kami menjadi lebih baik lagi,” kata Alief, menjelaskan.


(Red./MTs./SLF)