Persahabatan Kancil, Anak Burung, dan Tupai

Fabel : Dinda Millati Azka (IX C)


Tepatnya di sebuah hutan yang damai. Hiduplah seekor kancil cerdas dan seekor anak burung yang ceria. Mereka sering bermain bersama setiap pagi di bawah pohon besar dekat sungai.

Suatu hari, hujan turun sangat deras disertai angin kencang. Sarang anak burung itu terjatuh dari pohon, dia lantas bingung, menjadi ketakutan dan menangis. Kancil yang melihat kejadian itu segera menghampiri sahabatnya, “Jangan takut aku akan membantumu,” kata Kancil yang mencoba untuk menenangkan.

Kancil berusaha mengumpulkan ranting dan daun-daun untuk membuat sarang baru. Dia kesulitan menjangkaunya karena sarang harus diletakkan di dahan yang tinggi. Tak lama kemudian tupai datang untuk menolongnya, turut serta membantu untuk memanjat pohon dan menyusun sarang burung tersebut.

Beberapa hari berikutnya anak burung mulai bisa terbang. Dia sangat berterima kasih kepada kancil dan tupai. “Aku senang punya teman yang selalu ada saat aku membutuhkan,” ucap anak burung.

Sejak saat itu mereka bertiga menjadi sahabat sejati. Mereka sadar bahwa pertemanan yang baik adalah saling tolong-menolong. Selalu ada dan tidak meninggalkan teman saat kesulitan.